Wisata di Kota Solo

banner

Solo merupakan salah satu tempat favorit saya karena beberapa alasan. Pertama, Solo adalah tempat kelahiran kedua orang tua saya. Kedua, suasana di Solo sangat jauh berbeda dengan Jakarta. Di sana orang-orangnya lebih ramah. Meskipun cuaca di sana panasnya melebihi Jakarta, tetapi kotanya lebih rapi dan enak dilihat daripada di Jakarta. Ketiga, tentu saja soal kuliner Solo adalah jagonya. Banyak makanan khas di sana yang saya suka dan semuanya enak-enak. Jika saya ke Solo, makanan yang pasti saya makan adalah soto. Soto disajikan dengan mangkok kecil dan kuah bening. Sangat khas dan rasanya segar. Selain soto, saya juga senang menikmati sate buntel di Tambak Segaran. Padahal sebelumnya saya tidak suka daging kambing, tapi di tempat itu saya jadi suka dengan daging kambing karena sate buntel yang disajikan di sana sangat empuk, tidak bau amis, dan rasanya juara! Untuk cemilan, saya sangat suka makan sate kere. Namanya unik ya. Kere berarti kan miskin, hehehe. Tetapi sate kere ini adalah sate dari tempe gembus yang ditusuk memanjang dengan sambal kacang. Sungguh rasanya sempurnya sekali di lidah saya.

Image

Selama di Solo, saya sangat rajin berwisata kuliner. Mulai dari pagi hari hingga malam hari. Semua makanan favorit saya tidak ada yang terlewatkan untuk disantap. Saya juga tidak keberatan untuk makan dengan menu yang sama setiap hari. Karena di Jakarta tidak ada makanan seperti itu, hehehe. Imbasnya, selama di Solo berat badan saya pasti naik. Namun saya tidak pernah menyesal karena hanya setahun sekali saya ke Solo. Bicara tentang kuliner tentu tidak ada habisnya, karena kuliner di Solo sangatlah banyak. Dari makanan cemilan hingga makanan berat. Hebatnya, semua makanan di Solo itu enak! Saya tidak berlebihan, tapi bolehlah dikatakan begitu karena selama saya di Solo dan makan makanan Solo, saya tidak pernah mengeluhkan rasa makanan yang tidak enak. All is good.

Biasanya saya berada di Solo tidak lebih dari 7 hari karena momen saya ke Solo selalu bertepatan dengan hari lebaran. Semua saudara-saudara dari Ibu dan Ayah saya berada di Solo. Jadi, untunglah selalu ada yang menemani kami sekeluarga jalan-jalan di Solo. Saat di Solo, saya dan Ibu saya selalu menyempatkan diri untuk berbelanja baju batik di Pasar Klewer, BTC, atau Ria Batik. Kami sangat menyukai batik khas Solo karena ukirannya yang halus. Selain itu, belanja di tempat-tempat yang tadi saya sebutkan, harganya lebih murah dibanding toko lainnya. Apalagi dengan harga di Jakarta. Meskipun murah, kualitas bajunya tidak kalah dengan batik yang dijual di toko.

Di waktu yang sempit selama di Solo, saya dan keluarga saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di Solo dan sekitarnya. Biasanya kami pergi ke Griya Tawang, Tawangmangu, atau Waduk Cengklik dekat Colomadu.

Image

Griya Tawang

Image

Tawangmangu

Image

Waduk Cengklik

Selain tempat wisata umum, kami sekeluarga senang pergi ke Pasar Nongko dan Pasar Gedhe. Hal yang jarang kami lakukan saat berada di Jakarta. Kami biasanya ke Pasar Nongko untuk membeli cemilan atau kebutuhan dapur untuk rumah Eyang. Saat ingin membeli oleh-oleh khas Solo, biasanya kami ke Pasar Gedhe. Keadaan Pasar Gedhe yang rapi dan bersih membuat kami nyaman dan aman saat berbelanja. Kami biasa membeli karak bawang, brem, atau usus goreng di sana. Satu makanan yang selalu saya beli di Pasar Gedhe adalah kremes ayam bungkusan.

Jika tidak memiliki acara pergi ke tempat wisata, biasanya kami sekeluarga pergi keliling Solo. Tujuannya tetap satu, yaitu wisata kuliner. Namun kami terlebih dahulu pergi memutar untuk melihat-lihat Kota Solo. Saya merasa senang saat berkeliling kota Solo karena keadaan jalan di sana rata-rata sudah beraspal halus dan rapi. Keadaan jalan di sana sangat berbeda dengan keadaan jalan di Jakarta. Di Solo tidak semrawut seperti Jakarta. Jalan raya utama (seperti Jalan Slamet Riyadi) di sana cukup luas. Meskipun di sana juga terdapat parkir di badan jalan, namun di sana tidak ada mobil yang parkir sembarangan. Semua mobil terparkir rapi di jalur yang boleh ditempati untuk parkir. Satu hal yang menurut saya khas di jalanan Solo adalah jalanan di Solo rata-rata jarang ada pemisah jalan sehingga jika ada yang ingin memutar tidak perlu mencari putaran, dan di jalanan Solo banyak terdapat rambu forbidden atau rambu jalan satu arah. Mungkin karena Kota Solo luas, pemberlakuan rambu jalan satu arah tidak merepotkan. Atau mungkin dengan adanya pemberlakuan rambu jalan satu arah, memungkinkan pengguna jalan untuk sekalian berjalan-jalan melihat keadaan Kota Solo.

Ada satu atau dua hal yang saya belum kesampaian untuk dilakukan. Yaitu naik Bis Werkudara yang apik itu. Beberapa kali saya kehilangan kesempatan untuk menaiki bis unik itu. Meskipun saya sudah sering mengitari Kota Solo, belum pas rasanya jika belum naik Werkudara. Selain belum pernah naik Bis Werkudara, saya juga belum pernah naik railbus Batara Kresna. Kereta wisata ini unik sekali karena berjalan di atas rel yang terhampar di pinggiran Jalan raya. Sepertinya menyenangkan duduk di atas Batara Kresna. Angin sepoi-sepoi bertiup dari kiri kanan jendela kereta dan melihat mobil-mobil berjalan yang pandangan orang-orang di dalamnya seakan-akan terarah pada Batara Kresna. Mungkin juga naik Batara Kresna rasanya seperti naik Trem di Eropa yang keretanya berjalan di rel di atas aspal. Sungguh menyenangkan.

sumber: SoloPos

sumber: SoloPos

Cerita mengenai Kota Solo seolah tidak pernah ada habisnya. Meskipun saya bukan warga asli Solo, tapi saya sangat mencintai dan selalu merindukan kota ini. Saya merasa ada sense of belonging atau rasa memiliki terhadap Kota Solo. Hal tersebut dibuktikan dengan perasaan senang jika ada pemberitaan di media massa mengenai Solo. Sangat banyak hal-hal khas Solo yang sulit dilupakan. Sehingga saat akan meninggalkan Solo pun biasanya saya menyempatkan diri pergi ke toko suvenir khas Solo. Biasanya saya pergi ke Toko Javenir yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Jajar. Entah mengapa saya senang ke toko ini. Suasananya yang sangat Solo dan kualitas barangnya yang bagus membuat saya harus menyempatkan diri pergi ke toko ini. Hingga waktu libur lebaran sudah hampir habis dan saya harus kembali ke Jakarta, rasanya berat untuk meninggalkan Kota Batik ini. Oh Solo…

Advertisements

2 thoughts on “Wisata di Kota Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s